Skip to main content

6 Kuliner Khas Semarang

Siapa sih yang tidak mengenal kota Semarang ? Ibu kota provinsi Jawa Tengah ini adalah salah satu daerah di Jawa Tengah yang sangat terkenal akan beberapa objek wisatanya yang menarik. Ada beraneka ragam objek wisata yang cukup populer. Mulai dari wisata sejarah, wisata alam hingga wisata kekinian pun bisa ditemukan di Semarang.

Namun selain terkenal akan wisatanya, Semarang juga terkenal akan beberapa kuliner khas yang memiliki cita rasa tersendiri. Mau tahu kuliner khas apa saja yang berasal dari Semarang? Berikut ini adalah beberapa kuliner khas Semarang yang sangat populer.

Lumpia Semarang

lumpia semarang


Kuliner khas Semarang yang akan dibahas pertama adalah lumpia Semarang. Lumpia merupakan makanan khas Semarang yang paling populer. Kebanyakan orang yang berlibur ke Semarang pasti membawa lumpia sebagai oleh-oleh.

Namun, tahukah kamu? Bahwa lumpia sebenarnya adalah kuliner yang berasal dari China. Namun label khas Semarang telah melekat kuat pada makanan satu ini. Sehingga sampai sekarang lumpia tetap terkenal sebagai kuliner khas Semarang.

Makanan yang memiliki isian utama rebung ini, terdiri dari dua jenis, yaitu lumpia basah dan lumpia kering. Keduanya memiliki cita rasa yang sangat enak. Satu hal yang membedakan kedua jenis lumpia ini hanyalah masalah selera. Lumpia juga sangat cocok untuk digunakan sebagai camilan saat berkumpul bersama. Bagaimana tertarik untuk mencoba?

Tahu Pong

tahu pong



Pernahkah kamu memakan tahu pong? Tahu pong ini adalah salah satu makanan khas dari ibukota Jawa Tengah yang cukup populer di masyarakat. Terutama bagi kamu pencinta jajanan sejenis tahu. Tahu ini, biasanya disajikan bersama dengan gimbal atau petis ( sejenis cocolan yang terbuat dari udang ).

Nasi Ayam

nasi ayam


Makanan khas Semarang berikutnya adalah nasi ayam. Nasi ayam adalah makanan yang terdiri dari nasi putih yang gurih, suwiran daging ayam, sambal goreng labu dan krecek, telur pindang serta tahu. Racikan makanan ini, kemudian diguyur kuah santan kuning yang lezat. Untuk menikmati makanan ini, biasanya ada lauk pendamping seperti sate usus, sate ayam, sate hati ayam, kerupuk dan sambel.

Tahu Gimbal

tahu gimbal


Ketika mendengar gimbal, mungkin yang terlintas di pikiran kamu jenis rambut yang unik itu. Namun gimbal yang dimaksud disini adalah udang yang digoreng dan dibalut dengan tepung, menyerupai sebuah rempeyek udang. Namun udang yang digunakan adalah udang besar dan digoreng sampai matang, namun setengah basah.

Makanan unik ini, terkenal dengan nama tahu gimbal. Hal ini dikarenakan gimbal disajikan bersama dengan tahu putih, lontong dan sayuran ( kol dan taoge ). Kemudian makanan tersebut ditaburi bawang goreng dan disiram sambal kacang yang menambah cita rasa kuliner khas Semarang satu ini.

Wingko Babad

wingko babad


Wingko Babad adalah makanan yang terbuat dari beras ketan dan kelapa yang dibakar. Makanan ini mengandung cita rasa yang sangat gurih. Selain itu, makanan ini juga awet dan tahan selama tiga hingga lima hari. Padahal tanpa pengawet.

Kini selain rasa ketan berpadu dengan kelapa, wingko babad juga memiliki banyak variasi rasa. Seperti halnya rasa nanas, rasa duren, rasa strawberry, rasa nangka dan rasa coklat. Bahkan ada beberapa rasa lainnya yang sangat kekinian.

Untuk menemukan penjual wingko babad pun tidak susah. Jika kamu berkunjung ke Semarang dan ingin membeli makanan khas Semarang satu ini, kamu hanya perlu datang ke Jalan Pandanaran. Di sepanjang jalan ini ada banyak sekali penjual wingko babad.

Pisang Plenet

pisang plenet


Nah, makanan khas Semarang selanjutnya adalah pisang plenet. Apa itu? Pisang plenet adalah pisang yang dibakar dengan bara api hingga kecoklatan, kemudian diplenet di atas papan, setelah olesi dengan margarin. Biasanya ada tiga pilihan rasa yang ditaburkan di atasnya, yaitu meises, selai nanas dan gula tabur.

Jika pisang goreng pasti kamu sering memakannya tapi kalau pisang plenet? Plenet adalah kata yang diambil dari bahasa Jawa yang berarti di penyet. Sehingga wajar jika pisang ini diplenet ( di penyet ) setelah matang. Biasanya pisang plenet menggunakan pisang kepok raja yang benar-benar kuning. Hal ini dikarenakan pisang ini memiliki cita rasa manis yang alami. Sehingga menambah kelezatan pisang plenet.

Itulah beberapa kuliner khas Semarang yang sangat populer di kalangan wisatawan. Bagaimana tertarik mencobanya? Jika iya, jangan lupa mampir untuk mencari makanan-makanan tersebut jika berkunjung ke Semarang.

Baca Juga : 20 masakan khas indonesia yang paling banyak disukai
Comment Policy: Silahkan tulis komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan di halaman ini dengan sopan. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh admin.
Buka Komentar
Tutup Komentar